Setelah aku pulang sehabis bermain dengan tawa, tepat pukul 01.00 pagi. Sesampainya aku dikos rasa kantuk tiba-tiba hilang berganti dengan rasa lapar ada sedikit sesal, kenapa aku tadi tidak memesan mie goreng double dibandrek langganan, dan satu hal yang harus kalian tahu. 2 diantara penjualnya cantik, kira-kira usianya sama denganku, tapi bukan itu pointnya. Akhir-akhir ini aku sering tidur larut malam sambil memandangi langit-langit plafon, terus bergumam dalam hati, ini akan sampai kapan berakhir? Padahal aku sendiri termasuk tipe orang yang paling menghindari ketika ditanya atau ada pertanyaan, tentang kapan.
Kapan dapat pekerjaan?
Kapan punya pacar?
Kapan menikah?
Dan kapan-kapan lainnya, terlebih itu keluar dari perkataan
orang-orang yang tidak begitu mengenalku. Menurutku mereka hanya ingin tahu,
sampai disitu saja!. Sebenarnya aku memang tidak suka memikirkan hal tersebut,
tapi yang tadi aku bilang akhir-akhir ini aku selalu tidur larut malam. Memang ini
salahku, aku terlalu banyak berjanji ketika ibu bertanya, tentang kapan.
“Kapan kamu bisa pulang?”
“Nanti ya, bu”
“Kapan kamu bisa makan mie goreng buatan ibu?”
“Nanti ya, bu”
“Nanti ada waktunya” (suaraku getar)
SELESAI…

0 Komentar