Aku pernah ingin merokok tapi pada saat yang bersamaan aku pun ingin buang air besar, kata orang banyak ide kreatif yang lahir ketika buang air besar sambil merokok. Tapi masalahnya rokok aku tinggal setengah batang lagi, aku takut ketika rokokku abis pada hisapan yang kesebelas, perutku masih mules dan ide pun bablas bersama dengan siraman air yang mengalir deras, anjaiii. Tapi ternyata memang begitu kehidupan tidak semua yang kita inginkan bisa dengan begitu cepat mengalir seperti tai yang disiram. Banyak halangan dan rintangan, banyak ragam perasaan yang memang harus dirasakan sedih, bahagia, tertawa, nangis dan perasaan-perasaan biasa-biasa saja.
Tapi terkadang manusia memang lebay banyak hal yang sebenarnya biasa-biasa saja tapi disikapi dengan perasaan sedih, seperti aku pernah ditolak lebih dari sebelas kali perusahaan dan aku menangis disepanjang malam. Dan sekarang aku tersadar, menangisi itu hal bodoh. Kenapa aku harus bersedih? Padahal hrd/pimpinan perusahaan tersebut dengan gembiranya bergumam dalam hati “haha rasakan itu, akhirnya kerabatku yang lolos”
Aku juga menyesal pernah menangis karena aku terlalu menganggap diriku tidak bisa apa-apa, dan lagi-lagi itu hal bodoh. Kenapa dulu aku harus merasakan perasaan-perasaan itu. Lagipula buat apa juga ketika kita bisa apa-apa, tetapi kita tidak bekerja. Dan sekarang akhirnya aku bisa melepaskan perasaan-perasaan aneh itu. Aku mulai menggunakan perasaan-perasaan biasa-biasa saja dalam menghadapi semua hal.
Aku juga menyesal pernah menangis karena sering mendorong motor karena kehabisan bensin. Waktu itu harusnya aku menggunakan perasaan-perasaan biasa-biasa saja. Harusnya aku bersyukur dengan begitu aku tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menjaga kebugaran. Aku sehat dengan mendorong motor.
Dan aku sekarang hanya ingin tidur karena rokokku sudah habis dan malam semakin larut, biar mimpiku beristirahat dulu sampai fajar terbit kembali.
Tapi satu hal yang aku bangga dengan diriku sampai saat ini, aku tidak pernah membuat cerita hingga titik-titik disemua platform sosial media yang isinya adalah kata-kata bijak dari google dan sudah jarang main facebook, karena hal itu lebih lebay daripada seorang pengangguran yang merenung sambil merokok di wc jongkok, hehe.
0 Komentar