Tulisan ini aku buat atas dasar kegundahan akan semua rencana yang telah aku buat pekerjaan, asmara, dan apa saja tentang kehidupan. Sedikit hal terlaksana sesuai dengan idealis yang ku miliki, beberapa hal terseok-seok untuk mencapai idealis tersebut, dan banyak hal lainnya yang penuh pertimbangan. Tapi aku pikir aku tidak sendirian yang berada di fase ini, aku percaya akan selalu ada kemudahan dalam setiap hal yang aku lakukan dengan kesungguhan dan konsistensi yang baik ya aku tahu ini tidak akan mudah apalagi dengan waktu yang cepat, mustahil banget.
Satu persatu rencana yang kumiliki akan terus aku tuangkan dalam banyak bentuk aku tidak ingin mimpi itu hanya terlaksana dalam bentuk khayalan atau bahkan menyerah dalam setiap kondisi, tetapi sebagai anak satu-satunya membuat aku merasa tidak memiliki banyak pilihan selain menjadi anak yang berbakti. Aku harus bertaruh antara berdiri diatas idealisme atau restu ibu untuk tetap dirumah.
Kadang banyak yang bertanya atau bahkan diriku sendiri "Bagaimana dengan restu orangtua, terlebih ibu?" Pertanyaan ini sering menghantui, tentu kadang aku serang balik. "Bagaimana dengan pilihanku, adakah yang peduli?" (Ya aku tahu ini hanya sebatas denail)
Tetapi aku yakin pada waktunya nanti, memang banyak hal yang sebenarnya hanya perlu diselesaikan dengan pilihan yang rumit.
0 Komentar